Senin, 08 Februari 2016

Mitos Cincin Kawin


Sering kita mendengar mitos cincin kawin yang ada di masyarakat. Berikut beberapa mitos cincin kawin yang beredar dalam masyarakat.
  • Memakai cincin di jari manis sebelah kiri. Ada mitos yang mengatakan bahwa pembuluh darah di jari manis sebelah kiri akan mengarah langsung ke jantung. Namun ini masih belum ada penelitian secara medisnya.
  • Sekitar 70% dari semua pengantin secara adat memakai bahan berlian pada cincin mereka mereka.
  • Berlian yang dipasang di cincin emas atau perak menjadi populer sebagai cincin pertunangan antara orang kaya menjelang akhir abad kelima belas.
  • Dalam bahasa simbolis permata, batu safir di cincin kawin mempunyai arti kebahagiaan dalam perkawinan.
  • Sebuah cincin pertunangan yang berhiaskan mutiara dikatakan sebagai nasib buruk karena bentuknya melambangkan air mata.
Bagaimana sis/gan apa kalian percaya? semuanya dikembalikan pada pendapat masing-masing tetapi yang terpenting dalam pernikahan adalah kesiapan mental masing-masing calon pengantin dalam menjalani kehidupan setelah menikah.

Kamis, 04 Februari 2016

Batu Giok Hitam


Bagi anda yang menyukai giok hitam ada baiknya mengetahui ciri-cirinya agar tidak tertipu pada saat membeli. Berikut ciri-ciri giok hitam :
  1. Warna giok tidak berubah baik di dalam ruangan atau pun di bawah terik matahari.
  2. Jika diterawang, warna hitamnya padat.
  3. Kilaunya tahan.
  4. Sebagai perbandingan, giok palsu akan hilang kilaunya hanya dalam 2 tahun.
  5. Tahan gores.
  6. Mampu menggores permukaan kaca.
  7. Tembus cahaya bila disenter.
  8. Harga lebih mahal dibanding giok palsu atau sintetis

Senin, 01 Februari 2016

Hal-Hal Yang Harus Dihilangkan Ketika Menikah

Biasanya kita mempunyai kebiasaan-kebiasaan yang harus kita hilangkan setelah menikah karena dapat menyebabkan masalah jika kita tidak dapat meninggalkannya. Berikut ini kebiasaan-kebiasaan yang harus dihilangkan bagi kalian yang ingin menikah.
1. Manja
Sifat dewasa harus selalu dikedepankan dan sifat kekanak-kanakan harus segera ditinggalkan jauh-jauh. Jika belum muncul sifat kedewasaannya upayakan untuk belajar. Kemandirian dan kemapanan pun juga harus diupayakan. Tidak semua orang yang baru menikah bisa langsung siap mandiri lepas dari berbagai ketergantungan orangtua dan mertua. Saat ini ataupun suatu saat nanti pasangan yang telah menikah harus mampu hidup mandiri, mapan, tidak manja, dan lain sebagainya. Keberhasilannya bisa dilihat dari kemampuan untuk hidup dengan keluarga kecil di tempat yang jauh dari campur tangan orangtua dan keluarga lainnya.
2. Badung atau Bandel
Kenakalan demi kenakalan yang dilakukan sebelum nikah harus dikubur dalam-dalam agar isteri atau suami dan anak-anak bisa menjadikan kita sebagai contoh teladan yang baik. Anak-anak dan juga pasangan hidup kita akan merasa malu dan tidak bangga apabila kita masih tetap bandel seperti layaknya anak-anak, abg dan remaja yang mencari jati diri. Jangan sampai anak-anak kita meniru hal-hal yang buruk dari orangtuanya.
3. Malas
Ketika sudah berkeluarga berarti harus bisa mencari nafkah yang cukup bagi keluarganya. Dengan begitu maka seseorang akan dituntut untuk giat bekerja mencari nafkah bagi isteri dan anak-anaknya, serta tidak menutup kemungkinan ditambah tanggungan lainnya seperti orangtua, mertua, adik, keponakan, dan lain sebagainya. Selain bekerja mencari penghidupan, ada banyak hal lain yang harus dikerjakan seperti pekerjaan rumah tangga, menjalin hubungan sosial yang baik dengan para tetangga, dan lain-lain.
4. Boros
Sebelum menikah, uang kita bisa bebas kita gunakan untuk memuaskan berbagai kebutuhan kita pribadi. Setelah menikah secara otomatis akan muncul pos-pos pengeluaran baru yang membuat kita harus mengorbankan kepentingan pribadi kita. Kita juga harus meninggalkan pengeluaran-pengeluaran yang tidak penting agar uang yang kita miliki cukup untuk kegiatan operasional keluarga.
5. Selingkuh
Jadilah sebagai suami atau istri yang setia kepada pasangan hidupnya. Jangan maunya menang sendiri dengan melarang pasangan untuk selingkuh, namun diri kita sendiri melakukan perselingkuhan menduakan pasangan kita. Jika memang mampu dan memenuhi syarat untuk poligami, maka berterus-teranglah kepada isteri kita, bukan dengan cara main belakang menjalin cinta dengan wanita lain tanpa sepengetahuan anak istri kita. Alangkah malunya jika aib itu diketahui oleh anak, orangtua, saudara, tetangga, teman, dan lain-lain. Oleh sebab itu maka janganlah selingkuh, namun jadilah seorang lelaki sejati yang selalu setia kepada pasangannya apapun yang terjadi.
6. Emosional
Gunakan selalu kepala dingin dalam menyelesaikan setiap persoalan yang datang menghampiri kita. Marah-marah emosian justru malahan akan dapat memperparah masalah yang ada. Jika kita merasa ingin marah, maka tahanlah, dan bila perlu tenangkan pikiran dulu yang sedang berkecamuk beberapa saat sebelum bicara. Dengan hati yang tenang tanpa rasa emosi akan dapat menghasilkan penyelesaian yang jauh lebih baik serta tidak memunculkan masalah baru yang tidak kalah pelik.
7. Jorok
Ubahlah sifat dan perilaku kita sehari-hari menjadi lebih baik agar anak-anak dan pasangan hidup kita tambah sayang dan cinta kepada kita. Jagalah selalu kebersihan diri kita dan lingkungan sekitar kita, baik di dalam maupun di luar rumah. Jadilah orang yang cinta kebersihan, senang kerapihan, rajin merawat diri, memuji keindahan dan membenci hal-hal kotor nan jorok. Kebersihan adalah awal pangkal dari kesehatan. Mencegah sakit akan jauh lebih baik daripada mengobati penyakit. Jika kita merasa berat dengan urusan kebersihan, maka pembantu rumah tangga akan sangat membantu dalam urusan bersih-bersih dalam keluarga kecil bahagia kita.
8. Cengeng
Janganlah mudah menyerah atas masalah yang kita hadapi. Tuhan akan selalu menguji hamba-hambaNya untuk mengetahui seberapa besar kadar keimanan dan ketakwaannya. Upayakan untuk selalu menyelesaikan masalah keluarga kita tanpa dibantu campur tangan dari keluarga besar kita maupun dari orang lain. Maksimalkan peran musyawarah mufakat dalam keseharian kita agar tidak kita tanggung sendiri beban masalah yang ada pada keluarga kita.
9. Individualis
Sebagai seorang suami atau istri sudah tidak jamannya lagi menjadi orang yang individualis karena baik pasangan kita maupun anak-anak juga merupakan manusia yang memiliki perasaan. Buang jauh-jauh sifat otoriter dalam mengatur rumah tangga kita dan terapkan metoda musyawarah untuk mufakat dalam setiap pengambilan keputusan. Orang yang otoriter mungkin saja akan dijauhi oleh isteri atau suami maupun anak-anak. Sikap dan perilaku yang individualistis juga tidak boleh diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Kita harus selalu menjaga hubungan baik kita dengan para tetangga dan orang-orang yang bukan tetangga kita. Bila kita melakukan kebaikan, maka orang lain pun tidak akan segan untuk berbuat baik kepada kita tanpa diminta.

Kamis, 28 Januari 2016

Fakta Unik Cincin Pernikahan


Jika berbicara tentang cincin pertunangan atau pernikahan, ada banyak fakta unik tentang cincin pertunangan atau pernikahan. Berikut ini beberapa fakta uniknya.
  • Kalau jaman dulu, sebenarnya cincin kawin bukan merupakan simbol cinta dan ikatan. Namun lebih kepada simbol bahwa sang mempelai pria mapan secara sosial.
  • Sejak pecahnya perang dunia II, para pria populer melewati dua upacara, upacara pertunangan dan pernikahan. Di mana pada kedua upacara tersebut, pria diwajibkan memakai cincinnya. Kabarnya, kebiasaan ini berawal ketika jaman dahulu para pria berangkat ke medan perang. Mereka akan mengikat kekasihnya dengan cincin sehingga sepulang dari peperangan mereka dapat menikah.
  • Menurut tradisi Hindu, cincin pertunangan atau cincin kawin tidak harus digunakan di jari tangan. Ada sebuah tradisi yang disebut dengan bichiya, yaitu pemasangan cincin di jari kaki sebagai lambang pertunangan.
  • Di Rumania, sebuah pernikahan dianggap sakral dan diharapkan langgeng. Sehingga untuk memperingati ulang tahun pernikahan ke 25, suami istri akan bertukar cincin kembali dengan cincin berbahan perak. Sedangkan bila usia pernikahannya telah mencapai 50 tahun, maka pasangan suami istri tersebut akan bertukar cincin yang terbuat dari emas sambil mengulangi janji nikahnya.
  • Di Rumania, sebuah pernikahan dianggap sakral dan diharapkan langgeng. Sehingga untuk memperingati ulang tahun pernikahan ke 25, suami istri akan bertukar cincin kembali dengan cincin berbahan perak. Sedangkan bila usia pernikahannya telah mencapai 50 tahun, maka pasangan suami istri tersebut akan bertukar cincin yang terbuat dari emas sambil mengulangi janji nikahnya.
  • Jika emas putih atau platinum dikatakan sebagai bahan cincin yang terbaik, tunggu sampai Anda bertemu palladium. Palladium sendiri adalah jenis mineral terbaik untuk membuat perhiasan mewah.

Sabtu, 16 Januari 2016

Pengertian Pernikahan dan Cincin Kawin

Pernikahan atau nikah artinya adalah terkumpul dan menyatu. Menurut istilah lain juga dapat berarti Ijab Qobul (akad nikah) yang mengharuskan perhubungan antara sepasang manusia yang diucapkan oleh kata-kata yang ditujukan untuk melanjutkan ke pernikahan, sesusai peraturan yang diwajibkan oleh Islam. 
Kata zawaj digunakan dalam al-Quran artinya adalah pasangan yang dalam penggunaannya pula juga dapat diartikan sebagai pernikahan, Allah menjadikan manusia itu saling berpasangan, menghalalkan pernikahan dan mengharamkan zina.

Cincin pernikahan adalah salah satu simbol di dalam pernikahan menurut tradisi Barat. Pertukaran cincin pernikahan di dalam prosesi pernikahan dilakukan pada saat pengucapan komitmen kedua mempelai untuk menjalani kehidupan bersama. Meskipun demikian, cincin pernikahan bukanlah simbol utama sebab yang terpenting adalah pengucapan komitmen antara kedua mempelai tersebut.Pertukaran cincin pernikahan tersebut adalah simbol sekunder yang boleh ditiadakan.
Adapun anda yang ingin memesan cincin kawin dengan bahan emas, palladium , platina dan perak bisa hubungi kami ke no 081317973662 / 08128698912 tau pin bb kami 31735cd6 / 7D1cc353

Rabu, 11 November 2015

Cincin Kawin



Cincin Kawin adalah cincin yang membuat hati kaum hawa senang dan bahagia ... Kenapa ya ?
Ada beberapa wanita yang mengukur komitmen dan niat seorang pria dengan hadiah-hadiah mahal. Beberapa wanita berpikir bahwa pria hanya tulus jika ia memberikan hadiah mahal seperti berlian dan batu permata. Nah, ada yang benar-benar pria yang ingin memanjakan wanita dengan perhiasan mahal karena mereka tahu bahwa hadiah ini akan membuat pasangan mereka bahagia.
Wanita menyukai berlian dan batu permata karena seperti kata pepatah, berlian bertahan selamanya. Bahkan ada wanita yang percaya bahwa hubungan mereka akan bertahan ketika pasangan mereka memberikan mereka batu permata yang berharga. Beberapa pria produktif rata-rata akan menabung untuk membeli cincin pertunangan, sementara ada pemuda kaya yang dapat membeli dengan mudah. Namun, beberapa wanita saat ini tidak lagi peduli jika janji untuk menikah dibatalkan selama mereka memiliki sebuah cincin.
Dan terakhir, wanita menyukai berlian dan batu permata karena mereka merasa bahwa mereka layak yang terbaik di dunia. Karakter wanita adalah ingin diperhatikan dan diperlakukan seperti seorang Ratu. Dengan demikian, mereka percaya bahwa mereka layak mendapat yang terbaik. Nah, beberapa wanita bisa sangat materialistis sementara ada juga yang tidak.
"Kalau misalnya untuk investasi, para wanita biasanya memilih emas yang dalam bentuk bar. Tapi kalau untuk dipakai, mereka lebih ber-invest kepada model-model yang unik, besar dan lebiih eyecatchingketika dipakai," jelas wanita yang akrab disapa Lingga ini.
Lebih lanjut, wanita juga suka dengan perhiasan karena bisa diwariskan ke anak. Apalagi, perhiasan untuk anak juga memiliki model yang tak kalah menarik dengan wanita dewasa. 
"Sedangkan tren perhiasan anak-anak tidak bisa ditentukan juga trennya karena mereka senang yang simpel, hanya berlian satu titik. Liontin juga bentuknya yang sederhana tidak rumit. Lebih variasi namun tetap sederhana tapi manis. Kalau yang remaja suka yang eyecatching," tutup Lingga.